Diberdayakan oleh Blogger.

Post Feature

Mengenai Saya

Foto saya
Organisasi Paguyuban Krida Manunggal Budaya (KMB) Padangsidimpuan Sumatera Utara

Menilik Lebih Dekat: Proses Nyata di Balik Tari Gunungan, Inovasi Media Tari Berbentuk Mirip Kerucut Salak

Menilik Lebih Dekat: Proses Nyata di Balik Tari Gunungan, Inovasi Media Tari Berbentuk Mirip Kerucut Salak  Padangsidimpuan, 11 Juli 2026 – ...

Send Quick Message

Nama

Email *

Pesan *

Follow my blog

Cari Blog Ini

Post Top Ad

Your Ad Spot

Author Details

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat.

Pages

Facebook

Popular Posts

Pages

About Me

Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.
Read More

Blogger templates

RSS

Menilik Lebih Dekat: Proses Nyata di Balik Tari Gunungan, Inovasi Media Tari Berbentuk Mirip Kerucut Salak

Menilik Lebih Dekat: Proses Nyata di Balik Tari Gunungan, Inovasi Media Tari Berbentuk Mirip Kerucut Salak 

Padangsidimpuan, 11 Juli 2026 – Sebuah tonggak sejarah baru dalam khazanah seni pertunjukan di wilayah Tapanuli Raya resmi mencuat ke permukaan. Proses kreatif yang mendalam kini tengah dilakukan untuk melahirkan karya tari orisinal bertajuk "Tari Gunungan". Karya ini digadang-gadang tidak hanya menjadi suguhan estetis, tetapi juga simbol identitas baru yang sangat relevan dengan lanskap geografis serta sosiologis masyarakat di Padangsidimpuan dan sekitarnya.

Menyelami Filosofi di Balik Geografis Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, yang dikenal sebagai "Kota Salak", secara geografis memiliki keunikan yang memikat. Dikelilingi oleh barisan pegunungan yang megah, kota ini berada di lembah yang subur, menciptakan kontur alam yang dramatis dan menantang. Ikon utama daerah ini, yaitu buah salak, bukan sekadar komoditas pertanian, melainkan representasi ketangguhan masyarakat yang mampu hidup dan berkembang di antara perbukitan yang terjal.

Tari Gunungan hadir sebagai interpretasi artistik dari fenomena alam tersebut. Gerakan-gerakan dalam tarian ini dirancang untuk mencerminkan dinamika pegunungan, di mana setiap liukan tubuh penari menyerupai siluet perbukitan. Formasi gerak yang memuncak secara visual mengadopsi bentuk kerucut buah salak—simbol kemakmuran dan karakter masyarakat setempat yang "berkulit duri namun manis di dalam".

Tak hanya terinspirasi dari bentuk fisik salak dan pegunungan, Wahyu Diyono, S.Pd., Gr., menegaskan bahwa karya ini juga meresap esensi filosofis dari Gunungan dalam tradisi Wayang Kulit. Dalam pewayangan, Gunungan atau Kayon adalah simbol kehidupan, alam semesta, dan pintu pembuka serta penutup cerita. Ia melambangkan keseimbangan antara bumi dan langit, serta perjalanan jiwa manusia.

Dengan mengadopsi makna tersebut, Tari Gunungan menjadi sebuah refleksi spiritual bahwa setiap kehidupan masyarakat di lereng pegunungan Padangsidimpuan senantiasa bersandar pada keseimbangan alam. Gerakan tari ini menjadi doa, sebuah simbol "pembuka jalan" bagi kemajuan budaya di Tapanuli Raya yang tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi.

Kolaborasi Kontemporer: Gondang Sembilan dan Gamelan

Wahyu Diyono, S.Pd., Gr., selaku pendiri Sanggar Tri Laras Padangsidimpuan, mengungkapkan bahwa proses riset untuk tarian ini telah memasuki tahap demi tahap konsep musik pengiring. Menurutnya, sebuah kolaborasi lintas budaya akan menjadi inti dari pertunjukan ini dikedepannya hari.

"In sya Allah, Suatu hari nanti Tari Gunungan ini akan menjadi titik temu antara tradisi lokal dan kreativitas kontemporer. Kita akan memadukan kemegahan irama Gondang Sembilan, yang merupakan identitas budaya Mandailing yang sangat kuat, dengan motif gerak Gunungan yang filosofis," ujar Wahyu saat ditemui di sela-sela latihan.

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bahwa nuansa kontemporer akan semakin kental dengan integrasi instrumen Gamelan Saron Berjenis Slendro. Irama yang dipilih adalah pola notasi 165, yang sengaja diselaraskan dengan ritme Jathilan Khas Kesenian Jawa. Perpaduan irama yang energetik dari Gamelan Saron Slendro dengan ketukan perkusi Gondang Sembilan diyakini akan menciptakan atmosfer pertunjukan yang magis, dinamis, dan mampu menghipnotis penonton di suatu hari nanti.

Visi Menuju Panggung Budaya Nasional

Tari Gunungan bukan sekadar proyek seni sesaat. Wahyu bersama Sanggar Seni Tri Laras Padangsidimpuan memandang karya ini nantinya sebagai langkah strategis untuk memperkaya literasi budaya di Tapanuli Raya. Melalui kolaborasi demikian, diharapkan terjadi dialog antarbudaya yang harmonis, membuktikan bahwa perbedaan etnis dan tradisi dapat melebur menjadi satu kesatuan karya yang inklusif.

"Kami ingin menunjukkan bahwa Padangsidimpuan memiliki kapasitas untuk melahirkan inovasi seni yang berkelas. Dengan memadukan unsur alam pegunungan kita, kekayaan buah salak kita, makna filosofis Gunungan wayang, dan kearifan musik tradisi, kami optimistis tarian ini akan menjadi primadona baru dalam festival budaya, baik di level regional maupun nasional," tambah Wahyu.

Saat ini, para seniman muda yang tergabung dalam Sanggar Seni Tri Laras Padangsidimpuan tengah mengintensifkan latihan guna memastikan keselarasan antara gerak tubuh penari dan tempo musik. Masyarakat Padangsidimpuan pun menantikan peluncuran perdana karya ini, yang diharapkan dapat menjadi kebanggaan baru bagi warga di lereng pegunungan Tapanuli Raya.

Dengan hadirnya Tari Gunungan, Padangsidimpuan kembali menegaskan posisinya sebagai kota yang tidak hanya kaya akan sejarah, tetapi juga terus bertumbuh melalui napas seni yang progresif.




Tari Gunungan: Proses Nyata Adaptasi Kerucut Salak dalam Sebuah Tarian Perdana se-Tapanuli Raya

kridamanunggalbudayapsp.blogspot.com

tribunpadangsdimpuan.blogspot.com

kelurahansitamiangbaru.blogspot.com

kompasbudaya.blogspot.com

Menilik Lebih Dekat: Proses Nyata di Balik Tari Gunungan, Inovasi Media Tari Berbentuk Mirip Kerucut Salak

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sanggar Seni Tri Laras Padangsidimpuan Gelar Lomba Mewarnai Perdana Gratis di Sitamiang Baru, Ajang Kreativitas Anak dari Berbagai Latar Belakang

Sanggar Seni Tri Laras Padangsidimpuan Gelar Lomba Mewarnai Perdana Gratis di Sitamiang Baru, Ajang Kreativitas Anak dari Berbagai Latar Belakang

​PADANGSIDIMPUAN – Semangat kreativitas anak-anak tingkat Pendidikan Dasar di Kota Padangsidimpuan tampak terpancar dalam gelaran lomba mewarnai perdana yang diselenggarakan oleh Sanggar Seni Tri Laras. Kegiatan yang berlangsung secara gratis ini diadakan di Kelurahan Sitamiang Baru, Lingkungan III, Gang Nasional, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Sabtu 04/07/2026

​Sebanyak lebih dari 30 peserta antusias mengikuti perlombaan ini. Menariknya, peserta yang hadir berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari anak-anak yatim dan piatu hingga peserta didik dari berbagai sekolah unggulan di Padangsidimpuan, seperti SDIT Nurul Ilmi, SDN 01 Padangsidimpuan, SDN 15 Padangsidimpuan, dan sekolah lainnya.


​Kegiatan yang diinisiasi oleh pendiri sekaligus pimpinan Sanggar Seni Tri Laras Padangsidimpuan, Wahyu Diyono, ini bertujuan untuk mengasah bakat seni dan menumbuhkan kepercayaan diri peserta sejak dini. Meski dikemas dengan konsep yang sederhana, kegiatan perlombaan ini berlangsung sangat meriah dan penuh kesan bagi masyarakat setempat. Dan tak lupa Wahyu Diyono mengucapkan terimakasih kepada peserta lomba dan masyarakat yang telah mendukung kegiatan yang sangat baik ini.

​Seluruh peserta tampak serius namun ceria dalam memperebutkan gelar juara 1, 2, 3, hingga juara 4 yang telah disiapkan oleh sanggar.


​Tanggapan positif mengalir deras dari para orang tua peserta. Pak Sabar, salah satu orang tua yang hadir mendampingi anaknya, mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan ini.

​"Kegiatan ini sangat sederhana, namun sangat berkesan bagi kami. Kami sangat mengapresiasi langkah Pak Wahyu dan Sanggar Seni Tri Laras yang telah memfasilitasi anak-anak untuk berkarya secara gratis," ungkap Pak Sabar di sela-sela perlombaan.

​Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Wahyu Diyono menyatakan komitmennya untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda yang berkelanjutan. Ia berharap, di tahun-tahun mendatang, kualitas acara akan terus ditingkatkan.

​"Alhamdulillah, kegiatan perdana ini berjalan lancar. In Sya Allah, untuk tahun depan akan kita tingkatkan lagi kualitas penyelenggaraannya, termasuk dengan memberikan hadiah yang lebih menarik, baik itu berupa piala maupun bentuk apresiasi lainnya untuk memotivasi anak-anak," ujar Wahyu.


​Keberhasilan acara perdana ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Sanggar Seni Tri Laras untuk terus berkontribusi dalam membina generasi muda yang kreatif dan inovatif di Kota Padangsidimpuan.



Sanggar Seni Tri Laras Padangsidimpuan Gelar Lomba Mewarnai Perdana Gratis di Sitamiang Baru, Ajang Kreativitas Anak dari Berbagai Latar Belakang

kelurahan Sitamiang baru psp.blogspot.com

Krida manunggal Budaya Psp Kmb 

senimantul.blogspot.com Padangsidimpuan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sinergi Warga dan Pemerintah Kelurahan Sitamiang Baru: Perangi Narkoba dengan Semangat Kreativitas dan Seni

Sinergi Warga dan Pemerintah Kelurahan Sitamiang Baru: Perangi Narkoba dengan Semangat Kreativitas dan Seni

PADANGSIDIMPUAN – Upaya pemberantasan peredaran narkotika di Kota Padangsidimpuan terus diperkuat hingga ke tingkat kelurahan. Kali ini, Kelurahan Sitamiang Baru, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, menunjukkan komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba melalui sinergi antara pemerintah kelurahan, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat. 23/06/2026

Lurah Sitamiang Baru, Irwansyah Efendi Harahap, menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak masa depan bangsa, khususnya bagi generasi muda. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk bahu-membahu menjaga keluarga dan lingkungan dari bahaya barang haram tersebut.

"Kami, jajaran Pemerintah Kelurahan Sitamiang Baru bersama warga, menyatakan siap mendukung penuh langkah Pemerintah Kota Padangsidimpuan dan pihak Kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba. Ini adalah tanggung jawab kita bersama demi masa depan generasi penerus," ujar Irwansyah.

Sejalan dengan visi tersebut, tokoh pemuda setempat, Wahyu, yang juga aktif dalam berbagai kegiatan seni, turut menyuarakan ajakan bagi rekan-rekan generasi muda. Wahyu, yang dikenal aktif menggerakkan sanggar-sanggar seni termasuk Sanggar Tri Laras Padangsidimpuan, menekankan pentingnya menyibukkan diri dengan kegiatan produktif sebagai bentuk perlawanan terhadap narkoba.

"Daripada terjerumus ke dalam narkoba dan perbuatan tercela lainnya, saya mengajak teman-teman muda untuk mari bersama-sama belajar dan mengembangkan seni serta budaya. Melalui seni, kita bisa menjadi pribadi yang lebih kreatif dan produktif. Mari kita jadikan wilayah kita sebagai kawasan yang positif dan membanggakan," imbuh Wahyu.

Gerakan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Sitamiang Baru untuk mempererat solidaritas. Dengan mengedepankan pendekatan preventif melalui pengembangan minat dan bakat di bidang seni, diharapkan Kelurahan Sitamiang Baru dapat menjadi wilayah yang maju dan sehat, sehingga bisa menjadi wilayah yang dibanggakan generasi ke generasi baik dalam wilayah maupun luar wilayah lain dalam upaya membentengi generasi muda dari pengaruh negatif narkoba.

Pemerintah Kelurahan berkomitmen untuk terus memfasilitasi kegiatan-kegiatan positif dan menjalin komunikasi intensif dengan warga demi mewujudkan Kelurahan Sitamiang Baru yang aman, produktif, dan bebas dari narkoba.

Sinergi Warga dan Pemerintah Kelurahan Sitamiang Baru: Perangi Narkoba dengan Semangat Kreativitas dan Seni

Kelurahan Sitamiang Baru

Kelurahan Sitbar Psp

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kearifan Lokal Sitamiang Baru: Sanggar Lokal Kini Jadi Magnet Budaya Hingga Luar Kota

Kearifan Lokal Sitamiang Baru: Sanggar Lokal Kini Jadi Magnet Budaya Hingga Luar Kota

PADANGSIDIMPUAN – Kelurahan Sitamiang Baru kini tengah menjadi buah bibir. Bukan tanpa alasan, wilayah ini mampu melahirkan sanggar-sanggar kesenian dari dahulu hingga sekarang yang tidak hanya sekadar eksis, tetapi telah menjadi wakil budaya yang kerap wara-wiri mengisi berbagai penampilan, baik di dalam maupun luar kota. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga dan perangkat Kelurahan Sitamiang Baru.

Menjaga Marwah, Mengukir Prestasi

Seni Tari Jawa, Seni Jaran Kepang, dan tabuhan  Seni Musik Gamelan yang dibawakan oleh Sanggar Langen Budi Utomo serta Sanggar Tri Laras Padangsidimpuan bukan lagi sekadar pelengkap acara. Kini, nama mereka menjadi jaminan mutu bagi setiap penyelenggara hajatan.

Hendry, salah satu warga yang mengundang kesenian ini dalam acara syukuran putrinya di Sidakkal, mengaku sangat bangga bisa menampilkan seniman dari wilayah Sitamiang Baru. Baginya, kesenian tradisional adalah identitas yang harus terus dirawat dengan melibatkan mereka dalam berbagai momentum.

"Kita senang melihat sanggar-sanggar dari Sitamiang Baru kini semakin dicari. Mereka membawa nama baik wilayah kita ke mana pun mereka tampil," ungkap perwakilan Kelurahan Sitbar.

Suara Tokoh Masyarakat: "Budaya Kita, Kebanggaan Bersama"

Pak Habil, salah satu tokoh masyarakat setempat, melihat fenomena ini sebagai titik balik kejayaan budaya lokal. Menurutnya, konsistensi para seniman dalam melatih lintas generasi membuat seni tradisi ini tetap hidup dan relevan.

"Jujur, saya sangat bangga dan terhibur. Sanggar-sanggar di Sitamiang Baru ini sudah sangat sering tampil di berbagai tempat mulai dulu hingga sekarang dan sangat legend lah. Mereka tidak hanya menghibur, tapi juga menjadi edukasi bagi anak-anak muda kita. Ini adalah bukti bahwa dari Sitamiang Baru, kita bisa memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian budaya daerah," ujar Pak Habil dengan penuh semangat.

Apresiasi untuk Semangat Gotong Royong

Apriyadi Syahputra, pengurus Sanggar Langen Budi Utomo, menyatakan rasa terima kasihnya atas dukungan moril yang tak putus dari masyarakat Sidakkal. Menurutnya, kepercayaan masyarakat untuk terus mengundang sanggar dalam setiap acara adalah bahan bakar utama bagi mereka untuk terus melangkah lebih jauh.

Momentum ini semakin terasa istimewa karena bertepatan dengan Hari Kelahiran Pancasila. Wahyu Diyono, S.Pd., Gr., selaku Ketua Sanggar Tri laras Padangsidimpuan sekaligus Pengurus Utama Organisasi Paguyuban DPD Krida Manunggal Budaya Sumatra Utara Padangsidimpuan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesemangatan sanggar-sanggar di wadah organisasi KMB yang kini mulai dikenal pergerakan nya baik dalam kota maupun luar kota.

"Melihat antusiasme masyarakat di berbagai tempat, termasuk hari ini di Sidakkal, kami di Organisasi Paguyuban Krida Manunggal Budaya Sumut Padangsidimpuan semakin mantap. Sitamiang Baru telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang kuat, seni tradisional kita mampu melintasi batas wilayah dari dulu hingga sekarang. Semangat kebersamaan yang dirajut oleh sanggar-sanggar kita ini adalah wujud nyata dari pengamalan nilai Pancasila yang mempersatukan lintas generasi dan latar belakang etnis," ujar Wahyu Diyono.

Pertunjukan ini menjadi bukti bahwa Sitamiang Baru kini telah menjadi episentrum kebudayaan yang inspiratif. Kemampuan dan keberhasilan sanggar-sanggar lokal dalam menjaga konsistensi penampilan membuktikan bahwa dedikasi pada seni tidak akan pernah mengkhianati hasil.

Kearifan Lokal Sitamiang Baru: Sanggar Lokal Kini Jadi Magnet Budaya Hingga Luar Kota

Kelurahan Sitamiang Baru

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengangkat Seni Tradisi Menjadi Identitas Kebanggaan Daerah

Mengangkat Seni Tradisi Menjadi Identitas Kebanggaan Daerah

PADANGSIDIMPUAN – Upaya pelestarian seni tradisional di Kota Padangsidimpuan mendapat suntikan energi baru. Jum'at Sore, sebuah pertunjukan seni kolaboratif yang mempertemukan Sanggar Seni Langen Budi Utomo dan Sanggar Tri Laras Padangsidimpuan sukses menyedot perhatian warga di Lingkungan IV, Kelurahan Sitamiang Baru, Jumat (29/05/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi panggung hiburan, melainkan cerminan kuatnya komitmen komunitas dalam menjaga marwah budaya lokal. Para penampil yang terdiri dari maestro dan pemain senior menunjukkan kepiawaian mereka dalam seni Jaran Kepang dan iringan gamelan klasik yang memukau masyarakat.

Pertunjukan ini mendapat dukungan penuh dari tokoh kepemudaan setempat, Bapak Naza Siregar. Kehadiran sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat ini memberikan dorongan moral penting bagi gerakan pelestarian budaya di tingkat akar rumput.

"Kehadiran saya di sini adalah bentuk dukungan konkret bagi para seniman kita. Saya sangat bangga melihat semangat para pemain senior yang tetap konsisten melestarikan seni Jaran Kepang dan gamelan. Bagi saya, menjaga budaya adalah menjaga identitas. Pemuda harus menjadi garda terdepan untuk memastikan warisan leluhur ini tidak punah dimakan zaman," ujar Naza Siregar di sela-sela acara.

Dukungan serupa ditegaskan oleh DPD Krida Manunggal Budaya (KMB) Sumut Padangsidimpuan yang hadir untuk mengawal kelancaran pertunjukan sesuai pakem tradisi.

Pemerintah Kelurahan Sitamiang Baru menyambut baik inisiatif kolaborasi budaya yang digagas oleh para seniman dan tokoh pemuda ini. Dalam tanggapannya, pihak kelurahan menyatakan rasa bangga karena wilayahnya menjadi pusat pelestarian seni tradisional.

"Kami sangat mengapresiasi giat yang dilakukan oleh para seniman dan Bapak Naza Siregar dan kawan-kawan di Lingkungan IV ini. Hal ini membuktikan bahwa Sitamiang Baru memiliki potensi budaya yang luar biasa. Kelurahan berkomitmen untuk terus mendukung dan melibatkan kesenian dalam setiap kegiatan yang bersifat positif bagi pelestarian kearifan lokal nantinya . Kami berharap ke depan, kolaborasi semacam ini dapat lebih ditingkatkan dan menjadi model dikemudian hari," ungkap perwakilan Kelurahan Sitamiang Baru.

Meski apresiasi dari tingkat kelurahan sangat positif, para pegiat seni menyoroti perlunya langkah strategis dari pemerintah yang lebih tinggi. Pegiat mengharapkan agar pembinaan sanggar seni tidak hanya berhenti di tingkat kelurahan, melainkan diangkat menjadi salah satu program unggulan daerah. "Ujar Seniman".

"Pertunjukan kesenian tradisional adalah jati diri bangsa. Oleh karena itu, kita mengharapkan dukungan pemerintah, baik dalam bentuk pendanaan, penyediaan ruang tampil berkelanjutan, maupun pembinaan intensif agar sanggar-sanggar ini mampu bersaing di era modern," ujar salah satu pengurus DPD KMB di lokasi acara.

Pengembangan sanggar seni bukan sekadar urusan pelestarian fisik alat musik, melainkan upaya strategis untuk membangun karakter generasi muda yang berakar pada budi pekerti. Jika disinergikan dengan sektor pariwisata, seni tradisional di Padangsidimpuan diyakini mampu menjadi magnet bagi wisatawan sekaligus aset berharga daerah.

Pantauan jum'at sore itu berakhir dengan hangat, meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton. Keberhasilan kolaborasi di Sitamiang Baru diharapkan menjadi prototipe bagi wilayah lain di Padangsidimpuan dalam mengelola dan memuliakan warisan leluhur di masa depan.

Kelurahan Sitbar

Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, 29 Mei 2026

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kunjungan Sinergi Kelurahan Sitamiang & Kelurahan Sitamiang Baru bersama Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan dalam penanganan Masalah Sosial & kesehatan Masyarakat

Kunjungan Sinergi Kelurahan Sitamiang & Kelurahan Sitamiang Baru bersama Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan dalam penanganan Masalah Sosial & kesehatan Masyarakat


PADANGSIDIMPUAN – Dalam upaya menjamin ketentraman dan kenyamanan lingkungan bermasyarakat, Pemerintah Kelurahan Sitamiang Baru dan Kelurahan Sitamiang menggelar rapat koordinasi bersama tim medis dari Puskesmas Padangmatinggi, Rabu (13/05/2026).

Pertemuan ini difokuskan pada penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dinilai mulai mengganggu ketertiban bertetangga di wilayah tanggal sitamiang tersebut.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Lurah Sitamiang, Muhammad Holit Harahap, dan Lurah Sitamiang Baru, Irwansyah Efendi Harahap. Keduanya menegaskan bahwa langkah kolaboratif ini diambil menyusul adanya laporan masyarakat terkait rasa tidak nyaman dan kekhawatiran akan gangguan keamanan di lingkungan pemukiman.

“Kami mengutamakan pendekatan yang humanis namun tetap tegas dalam memastikan kenyamanan warga. Koordinasi dengan pihak kesehatan sangat krusial agar penanganan dilakukan sesuai prosedur medis dan aspek kemanusiaan,” ujar Muhammad Holit Harahap di sela kegiatan.

Dari pihak Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan, hadir perwakilan petugas dari Puskesmas Padangmatinggi, yakni Mariasi dan Muhammad Ihkwan Harahap.

Tim medis memberikan arahan mengenai langkah-langkah penanganan pasien gangguan jiwa, mulai dari pemantauan rutin hingga prosedur rujukan jika diperlukan tindakan medis lebih lanjut di rumah sakit jiwa.

Turut hadir dalam peninjauan lapangan, Kepala Lingkungan Sitamiang Baru (Kepling) 4, Parmonangan Pane, yang bertugas memetakan titik-titik kerawanan di lingkungan sekitar. Kehadiran unsur kewilayahan ini bertujuan untuk memastikan warga tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap penyandang disabilitas mental tersebut.

Melalui koordinasi ini, diharapkan tercipta solusi jangka panjang yang mampu menyeimbangkan hak-hak pasien untuk mendapatkan pengobatan dengan hak masyarakat luas untuk hidup dalam suasana yang aman, tentram, dan harmonis.

Di sisi lain, pihak keluarga dari warga yang bersangkutan menyampaikan rasa terima kasih dan harapan besar atas inisiatif koordinasi yang dilakukan oleh pihak Kelurahan dan Puskesmas. Mewakili pihak keluarga, mereka berharap agar penanganan ini tidak hanya berhenti pada koordinasi administratif, namun juga bantuan nyata dalam proses pemulihan.

"Kami sangat berharap bantuan dari pihak Puskesmas untuk bimbingan pengobatan yang rutin. Sebagai keluarga, kami ingin anggota keluarga kami bisa sembuh dan kembali berinteraksi dengan normal," ungkap perwakilan keluarga.

Selain bantuan medis, pihak keluarga juga menaruh harapan besar kepada masyarakat sekitar:

Penerimaan Sosial: Keluarga berharap tetangga dan masyarakat tidak memberikan stigma negatif atau menjauhi mereka, melainkan memberikan dukungan moral.

Keamanan Bersama: Keluarga mendukung penuh langkah pemerintah untuk memastikan lingkungan tetap aman, namun memohon agar penanganan dilakukan secara sabar dan tanpa kekerasan.

Pendampingan Berkelanjutan: Berharap adanya edukasi bagi keluarga mengenai cara menangani kekambuhan di rumah agar tidak sampai mengganggu kenyamanan warga lainnya.

"Kami tidak ingin keberadaan keluarga kami menjadi beban atau ketakutan bagi orang lain. Dengan adanya perhatian dari Pak Lurah dan tim kesehatan, kami merasa tidak sendirian dalam menghadapi ujian ini," imbuhnya.





Kelurahan Sitamiang Baru

Lokasi: Padangsidimpuan, Sumatera Utara

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS